Jumat, 29 April 2011

wanita

Pernahkah anda bertemu seseorang yang TAK PEDULI SEBERAPA FRUSTRASI nya dia, dia tetap menemukan CARA untuk TERSENYUM dan GEMBIRA?
Seseorang yang berkata:
“yah memang susah, tapi bisa lah!”,
atau
“wah ga tau nih apa jadinya! …tapi apapun yang terjadi tetap JALAN!”,
atau
“Akh hari ini gue dipecat! …senangnya bisa cari kerjaan baru! nanti malam clubbing yuk? lu traktir ya! Gue kan pengangguran!”
Dan pernahkah anda bertemu seseorang yang SEBERAPA BERUNTUNGNYA DIA, ia SELALU SAJA MENGELUH?
Seseorang yang berkata:
“AAAAAARGH!!! Walaupun gaji naik, tetap aja jajan ga cukup!” atau semacamnya?
Pada dasarnya, EMOSI itu MENULAR. Jika anda dapat MEMANCARKAN emosi POSITIF layaknya TIDAK ADA SATU HAL PUN yang dapat MERENGGUT KEBAHAGIAAN anda, maka wanita akan lebih TERTARIK dengan anda!
So BE HAPPY and STOP COMPLAINING! …Apapun halangan nya, anda dapat menangangi nya tanpa keluhan. Pria yang selalu POSITIF menghadapi semua HAL NEGATIF akan membuat wanita TERTARIK secara INSTAN dengannya.
Kedua, tidak berusaha mengambil SIMPATI wanita
Hati-hati dalam “membanggakan” prestasi anda.
Orang yang INGIN MENDAPATKAN SIMPATI dari wanita dengan cara MENONJOLKAN DIRI adalah orang yang TIDAK MENARIK.
Bukankah jika ada orang yang terlalu membesar-besarkan diri mereka didepan anda, anda malah ingin lari dari mereka?
Hmmm…
Kebalikan nya, orang yang dapat menahan gejolak diri untuk MEMAMERKAN prestasinya SEHEBAT APAPUN ITU, akan dinilai sebagai orang yang “low profile” dan mampu “stay in control”.
Lebih lanjut, jika anda diam dan membiarkan orang lain yang mengangkat anda, disitulah anda akan menjadi menarik secara INSTAN.
Ingat, untuk menjadi MENARIK, namun jangan berusaha memamerkan “kemenarikan diri” anda kepada wanita untuk mendapatkan simpatinya. Biarkan wanita melihat “kemenarikan diri” anda dengan sendirinya tanpa harus anda pamerkan.
Ketiga, TIDAK BERUSAHA memberikan PENDAPAT terhadap masalah wanita.
Jika wanita curhat akan masalah nya kepada anda, itu bukan berarti ia meminta pendapat anda. Ia hanya ingin didengarkan dan merasakan EMPATI (rasa peduli) dari anda akan masalahnya.
Kebanyakan Pria DENGAN SEGERA berkata “KAMU SEHARUSNYA BEGINI dan BEGITU”, atau “SALAH TUH! YANG BENER BEGINI” pada saat wanita curhat akan masalahnya.
…dan sudah dapat ditebak bahwa sang wanita akan diam dan merasa TIDAK NYAMAN.
Jika wanita menceritakan masalahnya kepada anda, tunjukanlah empati atau rasa peduli anda kepadanya tanpa menghakimi atau memberikan pendapat anda HINGGA ia bertanya kepada anda.
Sebuah riset membuktikan bahwa rata-rata perselingkuhan yang terjadi di Amerika adalah karena sang suami tidak lagi mendengarkan istrinya, yang membuat istrinya selingkuh dengan Pria yang mau mendengarkan keluh kesah nya tanpa menghakimi.
Hmmm…
Coba anda pikirkan keadaan dimana anda sedang curhat lalu teman anda memotong curhat anda dan memberikan pendapat kepada anda tanpa mendengarkan curhat anda secara penuh… Bagaimana perasaan anda?
Keempat, Mengerti SUDUT PANDANG Wanita
Steven Covey dalam bukunya the 7 habits memukul KEPALA saya dengan kalimat “SEEK FIRST TO UNDERSTAND, THEN TO BE UNDERSTOOD!” dalam bahasa indonesia, “MENGERTILAH ORANG TERLEBIH DAHULU, BARULAH MEREKA AKAN MENGERTI ANDA”
Kebanyakan yang dilakukan Pria adalah MAU DIMENGERTI WANITA, baru MAU MENGERTI WANITA.
Dan apa yang biasanya terjadi?
Sudah tentu KONFLIK.
Kenapa konflik?
Karena kedua belah pihak mau dimengerti namun tidak ada yang mau saling mengerti!
Bayangkan anda BERDEBAT dengan seseorang tentang warna sebuah mobil.
Anda berkata “MOBIL ITU WARNA HITAM!”, sedangkan lawan bicara anda berkata “LU BUTA YA? ITU WARNA HIJAU!”.
Lalu anda berkata lagi “Ada juga LU YANG BUTA! Mobilnya warna HITAM!” dan perdebatan terus berlangsung.
Lalu mana yang benar? hitam atau hijau?
Ternyata, kedua-duanya BENAR! …Mobil tersebut memang sengaja dicat 2 warna berbeda.
Anda melihat SISI KIRI mobil yang warnanya HITAM, sedangkan lawan bicara anda melihat SISI KANAN mobil yang warnanya HIJAU.
Nah, akankah ANDA DIMENGERTI oleh lawan bicara anda jika anda tidak TERLEBIH DULU mau mengerti lawan bicara anda dengan menghampirinya, melihat dari sudut pandang nya, dan akhirnya SEPENDAPAT dengan nya bahwa mobil tersebut berwarna hijau?
YA SUDAH TENTU!
Setelah anda setuju bahwa mobil tersebut warna hijau, bukankah MUDAH bagi anda untuk MENGAJAK lawan bicara anda untuk datang ke sisi KIRI dan membuatnya SETUJU bahwa mobil tersebut JUGA berwarna HITAM?
Contoh sederhana diatas MENGGAMBARKAN bahwa jika anda MAU MENGERTI, anda juga akan DIMENGERTI.
Dalam konsep saya, hal tersebut disebut KALIBRASI, yaitu keadaan dimana seorang Pria belajar untuk MENGAMATI dan MENGERTI *TINDAKAN APA* dan *KAPAN IA HARUS MELAKUKAN TINDAKAN TERSEBUT* pada saat ia berhadapan dengan wanita .
…dengan melakukan KALIBRASI (atau tindakan untuk lebih dulu mengerti wanita), maka anda akan TAU kapan waktu yang tepat untuk menelpon wanita, kapan harus bercanda, kapan harus serius, kapan harus maju dan kapan harus mundur, dan banyak lagi.
Ingat bahwa untuk dapat dimengerti wanita, anda harus terlebih dulu mengerti wanita.

Barangsiapa diuji lalu bersabar, diberi lalu bersyukur, dizalimi lalu memaafkan dan menzalimi lalu beristighfar maka bagi mereka keselamatan dan mereka tergolong orang-orang yang memperoleh hidayah. (HR. Al Baihaqi)

pingin ngumpul bareng keluarga

Gundah menyelimuti hati.
Fikir tertutup awan kelabu.
Rasa yang tak diinginkan.
Datang menghampiriku.
Resah juga gelisah bersatu dalam hati.
Berkecambuk dalam batin.
Tak setegar masa lalu.
Ku terdiam dalam sepi.
Ku menjerit dalam tangis.
Aku sakit.
Namun ku bertahan.
Ya Allah..
Kuatkan aku Ya Allah..
Tegarkan aku.
Bantu aku melalui semua ini.
Beri aku kekuatan.
Ya Allah..
Ku yakin inilah yang terbaik dari mu.
Satu alasan mengapa ku bartahan.
Karena ku yakin semua indah pada waktunya.

dari Teman Baikku

Saat tiba waktumu
Mengapa tak bertanya pada dirimu
Kemanakah kaki akan melangkah?
Di daratan mana kapalmu akan berlabuh?
Jangan mau jadi sampan tak berdayung
Terombang-ambing di pelayaran tak berujung
Aku sangat yakin pada dirimu teman
Tujuan hidupmu tentu telah kau tancapkan
Tegas dan pasti layaknya manusia sejati
Selamat ulang tahun teman
Doaku untuk masa depanmu

Tak Ada yang Istimewa

Hari ini
Kutahu bukan hari istimewa buatku,
tak ada yang ku persiapkan,
tak ada yang ku rayakan
untuk peringati hari lahirku.
Aku tahu persis diriku,
akan lakukan hal yang lain,
meneliti masa laluku,
menimbang-nimbang pilihanku,
merancang masa depanku.
Doaku dalam hati,
semoga tak ragu gapai cita-cita aku,
semoga Allah meridhai langkahku. 

astaghfirullah .. umurku berkurang lagi ..

hari ini hari ulang tahun ku..

Aku tak pernah merayakan ulang tahunku
Atau ulang tahunku dirayakan
Beberapa kali aku hadir untuk merayakan ulang tahun Teman teman yang hari lahirnya dirayakan

Hari ini kalau aku berulang tahun
Ini ulang tahunku yang ke delapan belas aku hidup
Belum sarjana, belum mampu hasilkan uang
Segan aku menadah tangan ke ibu bapak ku
Cari duit di bedak tua

Di hari ulang tahunku, hari ini
Kuhabiskan saja untuk bekerja seharian
Hanya Allah yang tahu
ibu bapak ku juga tak tahu
Karna aku sendiri tak tahu kapan ibu dan bapak ku ulang tahun

Ulang tahun bagiku bukan hari istimewa
Tapi akan istimewa bila aku merenung
Berapa lama aku sudah hidup
Dan sampai kapan aku diberi kesempatan hidup

Kamis, 28 April 2011

Kata-Kata Yang Tidak Ingin Didengar Pria



Beberapa pria bisa menjadi gila karenanya!
Bertahun lamanya pria berusaha mengerti wanita dengan jangan berkata "Kamu ngga gendut kok". Saatnya bagi kamu Girls untuk mengerti kata apa saja yang seharusnya tidak diucapkan kepada mereka.

Kamu cute deh

Sebagian besar pria benci dengan kata cute! Pria tidak ingin dibilang cute, atau melihat pria lain cute, dan sama sekali tidak ingin jadi cute. Mereka menganggap seharusnya mereka menjadi pelindung bagimu, batu sandaran kala sedih, dan cute tidak menggambarkan itu sama sekali.

Ayo kita bicara

Tiga kata itu seperti membuat otak pria terkena hubungan arus pendek. Pria cenderung menghindari posisi yang tidak enak seakan mereka dihakimi olehmu. So Girlz, pilih kata lain saja ya..
Itu menakutkan..

Itukan cuma mainan!

Bukan sayang, sepakbola bukan cuman mainan! Pasti itu yang ingin dikatakan pria jika dilarang futsal bersama teman-temannya. Pria tentu tidak ingin cuma duduk-duduk saja menonton bola, ketahuilah, pria ingin dia lah yang memasukkan bola itu dan mendapat sanjungan dari seluruh isi stadion!

Tidak apa-apa kok

Dan pria pun jungkir balik karenanya. Apalagi ditambah wajah datar dari wajahmu. Pria bukan ahli membaca pikiran, jadi katakan langsung apa yang kamu inginkan dan buat mereka mengerti apa yang ada di pikiranmu.
Istilahnya sih..mereka ga mau ribet dengan menerka-nerka isi kepala kita.

Oke girlz,,,
Berhati-hatilah bicara sebelum menyesal kemudian

Artikel Terkait:

Rabu, 27 April 2011

Aku tak Pandai Menulis

Aku tak pandai menulis
Ingin sekali aku menulis
Ku coba untuk menulis
Tapi aku tak pandai menulis
Tetap saja aku menulis
Tentang aku, kamu dan kita yang manis-manis
Tapi aku tak pandai menulis
Ingin rasa-nya aku menangis
Ku coba untuk tak menangis
Ku coba lagi untuk terus menulis
Walau hasilnya tak seindah dan semanis si penulis

Aku tak pandai merangkai kata-kata
Ku coba untuk merangkai kata
Agar menjadi sebuah cerita
Cerita indah yang mungkin bermakna
Bagi aku, kamu dan kita semua
Tapi tetap ku tak pandai merangkai kata-kata
Ku coba untuk tak berputus asa
Kurangkai terus agar menjadi cerita
Hingga aku kehabisan kata-kata
Ku coba lagi sambil berdo’a
Untuk merangakai semua cerita
Menjadi hikmah bagi kita semua

Senin, 25 April 2011

Mandi Terakhir !


Suatu waktu, ada seorang anak kecil meminta ibunya untuk memandikannya.
"Aku ingin dimandikan ibu," pinta si anak.
"Sudahlah, ibu mau kerja. Ibu sudah terlambat," jawab si ibu.
"Bu, mandi sebentar saja," rengek si anak.
Dengan nada agak kesal, si ibu berkata, "Ibu berangkat kerja!" tegasnya sambil berlalu meninggalkan si anak yang merengek-rengek mina dimandikan.

Beberapa waktu sesampai di kantor, si ibu mendapat telepon dari pembantu yang selama ini mengasuh anaknya. Telepon tersebut mengabarkan bahwa si anak telah meninggal dunia. Si ibu kemudian pulang dengan rasa penyesalan yang teramat dalam. Dengan bercucuran air mata, si anak kemudian dimandikan oleh ibunya untuk yang terakhir kalinya, sebelum diberangkatkan menuju pemakaman.

Dari buku karangan Soemarno Soedarsono, Karakter, Mengantar Bangsa dari Gelap Menuju Terang

Minggu, 24 April 2011

Hijjaz - Terima Kasih Ibu Ayah.mp3

Terima kasih ibu... terima kasih duhai ayah
Terima kasih ibu... terima kasih duhai ayah
Lahir ku kedunia
Ku disambut penuh syukur
Bisikan aDzan ketelinga
Iqomah kalimat nan luhur
Lahir ku kedunia
Kudiasuh mengenal Allah
Ku diajar sebut namaNya
Juga nabi rasul mulia

Salam sayang ayah dan ibu
Mendidikku tak pernah jemu
Halalkanlah makan minumku
Maafkanlah salah silapku
Tanpa maaf dan juga restu
Hidupku jadi tak menentu
Tiada yang lebih bernilai
Dari pada pengorbanan yang suci itu
Tak berdaya aku membalasnya
Semoga aku jadi anak yang bertakwa

Terima kasih ibu... terima kasih duhai ayah
Terima kasih ibu... terima kasih duhai ayah
Jasamu oh ayah dan ibu
Akan kukenang selamanya
Hidup saling berkasih sayang
Membina keluarga bahagia

Pada Mu Allah aku berdoa
Pada Mu jua aku meminta
Rahmati ibu ... ayah tercinta
Ampunilah dosa-dosa mereka
Panjang umur, murahkan rezeki
Sejahtera dalam ketaatan
Semoga berbahagia didunia
Diakhirat memperoleh surga

Daku mengharap ridho ibu
Juga ridho darimu ayah
Hanya itulah yang kupinta
Agar hidupku lebih bermakna

Terima kasih ibu... terima kasih duhai ayah
Terima kasih ibu... terima kasih duhai ayah
by : Hijjaz

Sabtu, 23 April 2011

oh bapak dan Ibu ku ..

bapak .. Ibu ..
Maafkan aku, yang tak pernah pandai membalas jasamu
Maafkan aku, yang hanya bisa berkata-kata tuk ucapkan terima kasih
Maafkan aku, yang slalu berpikiran nanti agar bisa membuatmu bahagia
Maafkan aku, yang hanya bisa tersenyum haru ketika kau meminjamkan kakimu agar aku bisa berdiri menghadapi dunia
Maafkan aku, yang hanya bisa menangis melihat setiap tetes keringatmu yang keluar untuk membuat aku bahagia
Maafkanlah aku yang hanya bisa meminta maaf

Akulah anakmu yang slalu kau banggakan, padahal aku tak punya sesuatupun tuk dibanggakan
Akulah anakmu yang slalu kau sayangi, padahal aku selalu merepotkanmu

bapak .. Ibu ..
Tidakkah lelah terus menopangku?
Aku tahu kau lelah, tapi matamu slalu memancarkan ketulusan dan kau slalu berusaha tuk tersenyum  padaku

bapak .. Ibu ..
yang membuat aku terus berjuang
Berjuang atas semuanya
Semua yang bisa membuatmu tersenyum
Karena itu... maafkanlah aku ..
hanya itulah yang bisa aku lakukan sebagai anakmu oh bapak dan Ibu ku ..

Kamis, 21 April 2011

saya yakin TULANG RUSUK TAKKAN TERTUKAR


“ana akan ta’aruf dengan ukhti beberapa tahun lagi, ketika ukhti sudah lulus”

“untuk apa antum katakan itu skrg akhi?... Jika belum siap adalah jawabannya, lalu mengapa harus antum katakan rencana tersebut pada saya? Tak tahu kah antum, kalimat itu menggoyahkan kekokohan iman yang susah payah saya bangun.”

Ketika antum mengatakan: “ana ingin jaga hati ana untuk ta’aruf dengan ukhti nanti”

“Lantas, apakah dengan antum berkata seperti itu, lalu prilaku antum yang sering menelfon saya itu tidak berarti mengotori hati?. Antum memang sudah seharusnya menjaga hati, hingga tiba saatnya nanti untuk antum berikan seutuhnya kepada wanita yang berhak.”

Ketika antum mengatakan: “hati hati, di sana.. jaga diri baik baik..”

“Bukannya saya tidak suka diperhatikan dan dijaga, tapi cukuplah Allah yang akan menjagaku..Bukankah Allah adalah sebaik-baik Pelindung?”

Ketika antum mengatakan: “ana harap ukhti tidak ta’aruf dengan orang lain sebelum ana”

“Saya tidak bisa menjanjikan apapun, karena saya tidak tau apa yang akan terjadi nanti..”

Sebuah ibroh,

Wahai akhwat, jika datang kepadamu laki-laki baik-baik yang melamarmu, maka bisa jadi dialah pangeranmu.

Wahai ikhwan, jika gadis pujaanmu telah dikhitbah laki-laki lain, maka ikhlaskanlah. Bisa jadi dia bukanlah bidadarimu.

"Perempuan-perempuan yang keji adalah untuk yang keji pula dan laki-laki yang keji untuk wanita-wanita yang keji, sedangkan wanita-wanita yang baik untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik juga diperuntukkan bagi perempuan-perempuan yang baik….” (QS.24:26)"

Maka jika nantinya kita tidak berjodoh, mungkin saya tak cukup baik untukmu, pasti ada wanita lain yang lebih baik untukmu.. Dan yakinlah, jika memang aku adalah pasangan dari tulang rusukmu, maka tanpa antum minta untuk tidak ta’aruf dengan orang lainpun, saya akan tatap menjadi pendampingmu..

Karena saya yakin TULANG RUSUK TAKKAN TERTUKAR


(Sebuah catatan dari seorang sahabat)

Sabtu, 16 April 2011

Ibu ,(lirik shaka)

 Sebening tetesan embun pagi...
Secerah sinarnya mentari...
Bilaku tatap wajahmu oh ibu...
Ada kehangatan didalam hatiku...

Air wudhu' selalu membasahimu...
Ayat suci selalu dikumandangkan...
Suaramu penuh keluh dan kesah...
Berdoa untuk putra putrinya...
(Chorus)

Oh ibuku...
Engkaulah wanita...
Yang ku cinta selama hidupku...
Maafkan anakmu bila ada salah...
Pengorbananmu tanpa balas jasa...

Ya Allah ampuni dosanya...
Sayangilah dia seperti menyayangiku...
Berilah dia kebahagiaan...
Di dunia juga diakhirat...

Kamis, 14 April 2011

Satu Saja Pintaku ya Rasulullah ..

Berjuta kegalauan mendera di lubuk hati perempuan itu. Tertatih ia melangkah. Jauhnya jarak, panasnya perjalanan, tidak ia pedulikan. Harapannya hanya satu. Ia ingin pulih. Kepulihan yang membuatnya ringan dalam beribadah. Kesembuhan yang dapat mengakhiri risaunya selama ini.
Untuk itu, satu pintu yang ia tuju. Pintu rumah lelaki paling mulia. Pintu RasuluLlah shallaLlahu alayhi wa sallam.
"Ya RasuluLlah," ujarnya. "Aku mengidap penyakit yang telah lama tak kunjung sembuh. Jika penyakitku itu menerpa, hilanglah kesadaranku. Aku bergerak-gerak tanpa dapat kukendalikan. Dalam ketidaksadaranku, seringkali tersingkap auratku."
"Ya Rasulullah, aku mohon kepadamu, doakanlah aku agar terbebas dari penyakit ini," demikian pintanya.
RasuluLlah shallaLlahu alayhi wa sallam tersenyum dan menjawab, "Sungguh, jika engkau mampu untuk bersabar dalam derita penyakitmu ini, maka balasan bagimu adalah syurga ..."
"Akan tetapi jika engkau tidak dapat bersabar, aku dapat saja meminta kepada Allah agar Ia berkenan menyembuhkanmu," ucap RasuluLlah.
Mendengar syurga yang dijanjikan kepadanya, perempuan itupun bergegas menyahut, "Aku siap untuk bersabar Ya RasuluLlah ..."
"Hanya satu saja yang mengganggu fikiranku saat ini. Jika kau berkenan doakanlah aku untuk satu hal saja. Auratku sering tersingkap saat aku diserang penyakitku. Karena itu pintaku hanya satu wahai utusan Allah. Mohonkanlah kepada Allah, agar auratku tidak tersingkap saat aku tidak sadar," ungkapnya lirih.
RasuluLlah shallaLlahu alayhi wa sallam pun mengangkat kedua tangannya. Berdo'a kepada Allah, agar aurat perempuan itu tak pernah lagi tersingkap saat ia sakit.
*******
Kisah yang menggetarkan ini, ditulis oleh Imam al-Bukhari dan Imam Muslim dalam kitab shahih-nya. Keduanya meriwayatkan kisah ini dengan jalur sanad yang bersumber dari sahabat Abdullah ibn Abbas radhiyaLlahu 'anhuma.
Ada banyak hikmah yang dapat kita petik dari kisah ini. Syaikh Salim ibn I'ed al-Hilali dalam kitab Bahjatun Nazhirin menyebutkan setidaknya lima pelajaran dalam hadits ini.
Namun dalam tulisan ini saya hanya ingin mengangkat satu saja hikmah dari kisah ini. Yaitu, betapa besarnya al-hayaaa' 'inda shohaabiyaat. Betapa besarnya rasa malu di kalangan para sahabat perempuan.
Begitulah. Karena besarnya kerinduan akan syurga, perempuan ini berkomitmen untuk tetap bersabar dalam deraan penyakitnya. Penyakit sejenis epilepsi yang dapat membawanya kapan saja untuk hilang kesadaran.
Meskipun ia mampu untuk bersabar menjalani hari-hari dalam kehidupannya dengan penyakit, ia menyimpan satu kecemasan. Cemas karena auratnya bisa saja tersingkap saat ia tak sadar. Untuk itulah ia memohon agar RasuluLlah berkenan mendoakannya agar auratnya tidak tersingkap.
Jika dalam keadaan tidak sadar saja, perempuan di masa RasuluLlah cemas bila auratnya tersingkap. Apatah lagi jika dalam keadaan sadar. Tentu lebih besar lagi rasa malu itu tertanam.
Sekarang, kemanakah rasa malu itu berada ....? Saat perempuan-perempuan berjalan setiap hari, dengan kesadaran penuh, hanya dilapisi pakaian berbahan minim.
Kemanakah rasa malu itu pergi hari ini... ? Saat foto-foto "manis" para "akhwat" muslimah tersebar di mana-mana ... Di dunia maya maupun di dunia nyata. Di tembok facebook maupun di tembok rumah dan pagar.
Masih adakah kerinduan pada syurga itu ...? Sebagaimana rindunya para shohabiyat. Kerinduan yang mengokohkan mereka untuk tetap bersabar dalam penderitaan. Tetap bersabar dalam keta'atan
Sungguh benarlah sabda RasuluLlah shallaLlahu alayhi wa sallam, "al-hayaa-u minal iimaan ..." Rasa malu itu adalah sebagian dari iman. Kalau rasa malu itu telah hilang, saatnya kita menjenguk hati kita. Masih adakah keimanan itu terpatri ? Masih adakah rasa takut kepada Allah tertanam ?
Seringkali ada orang yang berfikir, "Tak apalah auratku terbuka sedikit ... Mudah-mudahan ini diampuni oleh Allah ... Toh, ini bukanlah perkara yang besar .. Kalaupun dosa, ini hanya lah dosa kecil ..."
Hmm, mungkin saja ini dosa kecil. Namun, dibalik dosa kecil itu ada aturan Sang Pencipta Langit dan Bumi yang telah kau langgar.
Benarlah ucapan seorang sholih yang berkata, "Jangan pernah kau pandang remeh dosa kecil yang kau lakukan. Tapi pandanglah Ia yang perintah-Nya telah kau langgar."

Wallahu a'lam bis showwab.

Selasa, 12 April 2011

Sudahlah, Maafkan Saja!!………….

Bayangkan Anda sedang menghadiri pesta yang amat meriah. Semua orang tampil dengan pakaian terbaik. Makanan yang dihidangkanpun tampak lezat dan mengundang selera. Saat Anda antre untuk mengambil makanan, tiba-tiba seseorang yang sangat Anda percaya berbisik di telinga Anda, ”Hati-hati, banyak makanan tak halal disini, bahkan ada beberapa yang beracun!”
Saya berani menjamin Anda akan mengurungkan niat mengambil makanan. Boleh jadi Anda pun langsung pulang ke rumah. Anda benar, hanya orang bodohlah yang mau menyantap makanan tersebut. Kita tak mau makan sembarangan. Kita sangat peduli pada kesehatan kita.
Anehnya, kita sering — bahkan dengan sengaja — memasukkan ”makanan-makanan beracun” ke dalam pikiran kita. Kita tak sadar bahwa inilah sumber penderitaan kita. Salah satu makanan yang paling berbahaya tersebut bernama: ketidakmauan kita untuk memaafkan orang lain!
Ketidakmauan memaafkan adalah penyakit berbahaya yang menggerogoti kebahagiaan kita. Kita sering menyimpan amarah. Kita marah karena dunia berjalan tak sesuai dengan kemauan kita. Kita marah karena pasangan, anak, orang tua, atasan, bawahan, dan rekan kerja, tak melakukan apa yang kita inginkan. Lebih parah lagi, kita memendam kemarahan ini berhari-hari, bahkan bertahun-tahun.
Memang banyak sekali kejadian yang memancing emosi kita. Pengendara motor yang memaki kita, mobil yang menyalib dan hampir membuat kita celaka, orang yang membobol ATM kita, politisi yang hanya memperjuangkan perutnya sendiri, adik yang sering minta bantuan tapi tak pernah mengucapkan terima kasih, pembantu yang membohongi kita, maupun bos yang pelitnya luar biasa. Kita mungkin berpikir bahwa orang-orang tak tahu diri ini sudah sepantasnya kita benci. Tapi kita lupa bahwa kebencian yang kita simpan hanyalah merugikan kita sendiri.
Sudah menjadi tabiat manusia, tatkala hatinya disakiti, dia akan merasa sakit hati dan boleh jadi berujung dengan kedendaman. Walaupun demikian, bukan berarti kita harus dendam setiap kali ada yang menyakiti. Malah sebaliknya, jika kita dizalimi, maka doakanlah orang-orang yang menzalimi itu agar bertaubat dan menjadi orang saleh. Mampukah kita melakukannya?
Orang-orang bijaksana adalah sosok yang hatinya bersih dari sifat dendam. Walau ia dihina, dicacimaki, difitnah, bahkan hendak dibunuh, tak sedikit pun ia mendendam. Bahkan, ia mati-matian berbuat baik kepada orang-orang tersebut dan begitu ringannya ia memaafkan.
Penelitian menunjukkan ketidakrelaan memaafkan orang lain memiliki dampak hebat terhadap tubuh kita: menciptakan ketegangan, mempengaruhi sirkulasi darah dan sistem kekebalan, meningkatkan tekanan jantung, otak dan setiap organ dalam tubuh kita. Kemarahan yang terpendam mengakibatkan berbagai penyakit seperti pusing, sakit punggung, leher, dan perut, depresi, kurang energi, cemas, tak bisa tidur, ketakutan, dan tak bahagia.
Baru-baru ini saya sempat berinteraksi dengan sekelompok mahasiswa yang mengeluhkan perasaan tertekan dan tak bahagia. Ternyata, kebanyakan dari mereka memendam berbagai kemarahan, baik kepada orang tua maupun orang-orang di sekitar mereka. Salah seorang mengaku telah 10 tahun memendam kebencian kepada wanita yang menjadi istri kedua ayahnya. Si ayah yang dijuluki orang paling sholeh di kantornya tanpa diduga mempunyai ”simpanan.” Wanita ini kemudian dinikahinya, dan akhirnya meninggal karena stroke lima tahun lalu. Tapi, kemarahan dan kebencian si anak hingga kini belum juga mereda.
Musuh kita sebenarnya bukanlah orang yang membenci kita tetapi orang yang kita benci. Ada cerita mengenai seorang lelaki bekas tapol di zaman Orde Baru yang mengunjungi kawannya sesama eks tapol. Sambil mengobrol si kawan bertanya, ”Apakah kamu sudah melupakan rezim Orde Baru?” Jawabnya, ”Ya, sudah.” Si kawan kemudian berkata, ”Saya belum. Saya masih sangat membenci mereka.” Lelaki itu tertawa kecil dan berkata, ”Kalau begitu, mereka masih memenjara dirimu.”
Kita harus terus berlatih untuk mengikis sifat dendam tersebut. Sebagai ilustrasi, kita bisa belajar dari para karateka yang berhasil menghancurkan batubata dengan tangannya. Pertama kali memukulnya, bata tersebut tidak langsung hancur. Tapi, dia tak patah semangat. Diulanginya terus usaha untuk menghancurkan bata tersebut. Akhirnya, pada pukulan kesekian, pada hari kesekian, bata tersebut berhasil dihancurkan. Memang, tangannya bengkak-bengkak, tetapi dia mendapatkan hasil yang diinginkan.
Begitu pula dengan hati. Jika hati dibiarkan sensitif, maka hati ini akan mudah sekali terluka. Akan tetapi, jika hati sering dilatih, maka hati kita akan semakin siap menghadapi pukulan dari berbagai arah. Jika kita telah disakiti seseorang, kita jangan melihat orang tersebut, tetapi lihatlah dia sebagai sarana ujian dan ladang amal kita terhadap Yang Maha Kuasa. Kita akan semakin sakit, tatkala melihat dan mengingat orangnya.
Untuk mencapai kebahagiaan, kita perlu mengubah cara pandang kita. Sumber kebahagiaan ada dalam diri kita sendiri, bukan di luar. Karena itu jangan terlalu memusingkan perilaku orang lain. Sebaliknya, belajarlah memaafkan. Kunci memaafkan adalah memahami ketidaktahuan. Banyak orang yang melakukan kesalahan karena ketidaktahuan. Kalaupun mereka sengaja melakukannya, itupun karena mereka sebenarnya tak tahu. Mereka tak tahu bahwa kejahatan bukanlah untuk orang lain tetapi untuk mereka sendiri.
Orang yang suka memaki dan bersikap kasar sebenarnya tak menyadari bahwa mereka sedang menzalimi dirinya sendiri. Suatu ketika ia akan kena batunya. Inilah konsekuensi logis dari hukum alam.
Mempraktikkan konsep memaafkan akan membuat hidup lebih ringan. Saya ingat, saat sedang duduk menunggu anak saya sekolah pada minggu lalu, seorang ibu yang lewat menubrukkan tasnya yang cukup berat ke kepala saya, tanpa permisi apalagi minta maaf. Orang-orang yang melihat kejadian itu menggeleng-gelengkan kepala sambil mencela kecerobohannya. Saya mencoba mempraktikkan konsep ini, dan langsung memaafkannya. Ibu itu kelihatannya sedang kalut. Tak mungkin ia sengaja menabrak saya begitu saja.
Jika kita menjadi lebih baik, Tuhan tentu akan memuliakan kita. Jika Tuhan sudah memuliakan, maka kita tidak akan menjadi hina karena hinaan orang lain. Untuk mencapai kebahagiaan, berikanlah maaf kepada orang lain. Hentikan kebiasaan menyalahkan orang lain. Ingatlah, kesempurnaan manusia justru terletak pada ketidaksempurnaannya. Hanya Allah-lah yang Maha Suci dan Maha Sempurna. Saya menyukai apa yang dikemukakan Gerarld G Jampolsky dalam bukunya Forgiveness, The Greatest Healer of All. ”Rela memaafkan adalah jalan terpendek menuju Tuhan.” Itulah kunci kemuliaan diri.

(- AA Gym)

Minggu, 10 April 2011

Diam , ibadah tanpa susah payah

Sungguh tidak ada apapun
yang aku ketahui rimbanya
dan lebih pantas untuk dipenjara
daripada lisan yang sangat lemah
Apa yang ada di mulutmu
yang tidak berguna bagimu
maka kuncilah erat-erat
jagalah lubangnya
sungguh, diam itu lebih baik
daripada ucapan yang bercanda ria
jangan bertindak keliru
kepada kawan
dan bila kamu membenci seseorang
maka biasa-biasa saja
karena sesungguhnya kamu tidak tahu
kapan kamu membenci kekasih
atau kamu mencintai orang yang kini kamu benci.
karena itu, gunakanlah akal sehatmu.
Sungguh diam itu lebih baik,
daripada  kamu berkata dusta
yang hanya kamu dan tuhanmu yang tahu
sementara kamu merasa resah karenanya
Banyak perkataan yang meluncur deras
dari mulut orang yang bergurau
akan meluncurkan busur anak panah
yang menyebabkan kematian

Kalau aku diam, semua orang bisa melihatku dengan baik karena diam itu  ibadah tanpa susah payah. Kalau aku diam, tak perlu perhiasan indah karena diam itu  merupakan hiasan tanpa emas permata.Kalau aku diam tak perlu lagi orang takut kepadaku karena diam itu sendiri adalah benteng tanpa kekuasaan.
Kalau aku diam  seorangpun pasti berani mendekat, karena diam itu merupakan benteng tanpa pagar. Kalau aku diam tak seorangpun terhina, karena diam itu merupakan  kekayaan tanpa merendahkan orang lain dan kalau aku diam, aku berbuat baik kepada sahabat di kanan kiri ku, karena diam itu merupakan  istirahat bagi malaikat pencatat amal.
Lalu diam itu merupakan penutup aib.
puisi gubahan terinspirasi dari syair  Humaid BIn Abbas.

dikutip dari http://fiksi.kompasiana.com/puisi/2010/10/18/d-i-a-m/

Jumat, 08 April 2011

Ayah, ibu, aku kangen :(

Ya Allah,
Rendahkanlah suaraku bagi mereka
Perindahlah ucapanku di depan mereka
Lunakkanlah watakku terhadap mereka dan
Lembutkan hatiku untuk mereka…….
Ya Allah,
Berilah mereka balasan yang sebaik-baiknya,
atas didikan mereka padaku dan Pahala yang
besar atas kasih sayang yang mereka limpahkan padaku,
peliharalah mereka sebagaimana mereka memeliharaku.
Ya Allah,
Apa saja gangguan yang telah mereka rasakan
atau kesusahan yang mereka deritakan karena aku,
atau hilangnya sesuatu hak mereka karena perbuatanku,
maka jadikanlah itu semua penyebab susutnya dosa-dosa mereka
dan bertambahnya pahala kebaikan mereka dengan perkenan-Mu ya Allah,
hanya Engkaulah yang berhak membalas kejahatan dengan kebaikan berlipat ganda.
Sesungguhnya Engkaulah yang memiliki Kurnia Maha Agung,
serta anugerah yang tak berakhir dan Engkaulah
yang Maha Pengasih diantara semua pengasih.

Amin Ya Rabbul Alamin..

puisi di ambil dari islamdigest.blogspot.com